Airmadidi, Fajarmanado.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) saat ini tengah melakukan upaya untuk memenuhi target pencapaian swasembada sapi.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Ir Joseph Aliks, Kamis (20/4/2017), mengatakan, Pemkab Minut berupaya mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri melalui program khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab).
“Program ini dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian RI. Untuk tahun ini akan ditargetkan 4000 sapi akan memenuhi Minut yang bakal dihasilkan melalui program Siwab tersebut,” tutur Aliks.
Dijelaskan Aliks, upaya yang dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan Presiden Joko Widodo untuk tahun 2026 mendatang, serta mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para peternak,” jelas Aliks.
Ditambahkan Aliks, prokram Siwab akan memaksimalkan potensi sapi indukan di dalam negeri untuk dapat terus menghasilkan pedet. Program ini pun menjadi fokus Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.
“Sesuai dengan pernyataan Mendag bahwa kita harus mandiri ternak dan menargetkan ekspor. Kesejahteraan petani naik, angka kemiskinan turun. Itulah target pemerintah,” ucap Aliks.
Masih menurut Aliks, program ini sudah dilakukan di beberapa tempat di wilayah Minut. Dimana sapi indukan yang sudah di Inseminasi Buatan (IB) dan Insentifikasi Kawin Alam (Inka) akan terus dipantau perkembangannya sampai melahirkan. “Semua bertujuan agar daerah ini tidak lagi melakukan impor sapi, karena Minut sudah bisa memenuhi kebutuhan sendiri,” tutup Aliks.(udi)

