Wah..! Dibangun Rektor Tuerah, Gedung-Gedung Unima Tak Dipakai
PR IV Unima, Ronny Tuna

Wah..! Dibangun Rektor Tuerah, Gedung-Gedung Unima Tak Dipakai

Tondano, Fajarmanado.com – Kendati menelan anggaran miliaran rupiah, namun sejumlah bangunan megah milik Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano, Minahasa dan Kota Tomohon masih juga mubasir.

Gedung-gedung yang dibiaya dengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di masa kepemimpinan Rektor Prof Dr Philoteus EA Tuerah, MSi, DEA dalam beberapa tahun terakhir itu, belum juga dimanfaatkan civitas akademika yang kini dipimpin Rektor Prof Dr Julyeta PA Runtuwene MS DEA ini.

“Di kompleks Fakultas Ilmu Pendidikan di Tomohon ada bangunan yang tak ditempati. Begitu juga gedung dibelakang Fakultas Ilmu Keolahragaan, dan di sejumlah sisi yang masih masuk dalam lahan Unima,” ujar Martinus, lelaki yang mengaku mahasiswa salahsatu fakultas di Unima.

Sikap manajemen Unima ini, kata dia, terkesan tidak melanjutkan program yang disusun dan ditetapkan oleh pihak rektorat sebelumnya, sekaligus mencerminkan tidak menghargai bantuan pemerintah pusat.

“Pemerintah pusat tidak mungkin mengalokasikan anggaran pembangunan gedung-gedung itu kalau tidak diusulkan sesuai kebutuhan Unima. Anehnya, mengapa sudah dibangun namun belum juga digunakan sampai sekarang ini,” ketusnya.

Martinus menilai, sikap tidak proaktif rektorat baru ini, lanjutnya, bisa berdampak negatif di kemudian hari. Ia pun menyatakan khawatir jika nantinya pihak Unima kembali meminta bantuan, tidak lagi diterima oleh pemerintah pusat karena bantuan yang diberikan tidak dimanfaatkan.

“Takutnya, jika di waktu yang akan datang Unima meminta, tidak lagi direalisasikan  oleh pemerintah pusat. Kan bantuan yang selama ini dalam bentuk bangunan yang jika ditotal, anggaranya mencapai milyaran rupiah, tidak dimanfaatkan oleh Unima,” paparnya.

Tak hanya itu, Martinus juga mempertanyakan terkait perawatan gedung-gedung yang tak terpakai tersebut. “Gara-gara tidak ditempati, saat ini banyak yang terlihat mulai rusak. Lantas bagaimana dengan perawatanya,” kilahnya.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Unima Prof Dr Julyeta PA Runtuwene MS DEA melalui Pembantu Rektor IV Rony Tuna tak menampik kenyataan tersebut ketika dikonfirmasi  Fajarmanado.com di Tondano, baru-baru.

Ia mengatakan, bangunan-bangunan baru tersebut adalah warisan dari pimpinan sebelum Rektor dipegang Runtuwene.

Menurut Tuna, saat ini Rektor Runtuwene bersama seluruh jajaranya masih dalam tahapan memperbaiki sejumlah sektor yang masih perlu sentuhan. Antaranya sistem administrasi, akademik, serta sumber daya manusia.

“Ada gedung milik pasca sarjana di Tomohon, tapi saat ini pasca sarjana menggunakan ruangan di gedung auditorium. Ada juga gedung kampus A, berdiri di komplek kampus B, dan ada berapa yang situasinya demikian,” jelas,

Soal gedung di belakang Fakultas Ilmu Keolahragaan, kata Tuna, adalah Rusunawa yang dipersiapkan jika Unima akan beralih status dari Satker ke Badan Layanan Umum (BLU).

“Kalau Unima sudah BLU, rusunawa itu akan kita sewakan untuk umum. Dan pemasukan dari biaya sewa tersebut akan kita kelola sendiri. Tapi jika status kita sudah BLU,” jelasnya.

Penulis  : Fiser Wakulu

Editor     : Herly Umbas