Jakarta, Fajarmanado.com – Menyusul masuk dalam paket inisiatif One Belt One Road—Belt Road Initiative (OBOR-BRI) sebagai wilayah pembangunan proyek strategis nasional di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sekprov Edwin Silangen SE MS bertemu dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong di Jakarta.
Pertemuan khusus untuk mematangkan program pembangunan yang dibiayai dengan dana APBN tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Kantor Kemenko Maritim Jakarta Pusat, Kamis (28/9/2017) sore.
Rakor khusus ini ikut dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dr Ricky S Toemandoek MM dan Karo Perekonomian dan SDA Dr. Frangky Manumpil.
“Fokus dari agenda rapat adalah untuk menindaklanjuti hasil pertemuan sebelumnya yang yang digelar pertengahan bulan ini yang diikuti Menko Maritim Luhut Panjaitan dan Gubernur Olly Dondokambey, SE,” kata Silangen.
Seperti diketahui, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE diundang khusus mengikuti Rakor OBOR-BRI di Kantor Kemenko Kemaritiman Jakarta, Kamis (14/09/2017) silam. Rakor dipimpin Menko Maritim Luhut Panjaitan.
Selain Olly, Rakor hanya mengundang dan dihadiri tiga gubernur lainnya, yakni, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, Gubernur Kalimantan Utara, Dr H Irianto Lambrie dan Gubernur Bali, I Made Pangku Pastika.
Sementara Menko Luhut didampingi Kepala Bappenas, Bambang Brodjoegoro dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong.
Pada saat itu, Gubernur Olly menyatakan Sulut menyukseskan program OBOR-BRI. “Berbagai proyek yang disasar dalam program inisiatif ini berhubungan erat dengan pembangunan Sulut di berbagai sektor,” katanya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengusulkan agar harus adanya sinkronisasi terhadap semua usulan proyek-proyek strategis yang telah ditetapkan dan siap untuk dibiayai oleh pihak investor.
Khusus proyek-proyek stategis yang kini siap dikerjakan di daerah Nyiur Melambai, lanjut Olly, di antaranya pengembangan kawasan pariwisata di Likupang (Pall Beach) untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata seluas 2000 hektar, Railway Manado-Bitung dan Bitung Eco-Industrial Park.
Gubernur pun meyakini bahwa semua proyek dalam kerangka OBOR tersebut akan mampu menciptakan momentum dan peluang pembangunan Sulut yang lebih baik dan makin kompleks.
Ia mengatakan, Sulut yang memiliki posisi yang sangat strategis telah dilirik dan menarik minat investor asing untung menanamkan modalnya, bahkan sejumlah pengusaha China sudah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di berbagai bidang di jazirah paling utara Pulau Sulawesi ini.
“Peluang ini harus kita ambil demi memacu lagi pembangunan di Sulut agar semakin mendorong percepatan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Sulut,” tegasnya.
Editor : Herly Umbas

