Olly Sebut Penatua-Syamas Ujung Tombak Pelayanan Pembangunan
Gubernur Olly Dondokambey SE memberikan materi pada Katekisasi Tahap ke II Gelombang V Calon Pelayan Khusus Gereja Masehi Injili Di Minahasa (GMIM) di Auditorium Mapalus, Selasa (21/11/2017).

Olly Sebut Penatua-Syamas Ujung Tombak Pelayanan Pembangunan

Manado, Fajarmanado.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE memberikan materi pada Katekisasi Tahap ke II Gelombang Ke- V Calon Pelayan Khusus, baik penatua maupun syamas Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Auditorium Mapalus, Selasa  (21/11/2017).

Gubernur Olly menilai momentum ini merupakan wujud nyata dari komitmen GMIM untuk terus memajukan dan mendewasakan gereja, lewat optimalisasi gerak langkah pelayanan.

Untuk itu, dalam rangka mensukseskan program pemerintah, gubernur berharap keterlibatan masyarakat secara langsung itu sangat dibutuhkan.

“Program- program kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah harus didukung  oleh masyarakat disini peran bapak/ ibu sangat dibutuhkan sebagai ujung tombak pelayanan pembangunan di Sulut,” katanya.

Olly menjelaskan, Visi dan Misi Pembangunan Daerah Sulut telah terimplementasikan dalam berbagai program dan kegiatan untuk kesejahteraan rakyat melalui  OD-SK (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan), diantaranya, Berdikari dalam Ekonomi, karena tujuan kemajuan ekonomi pasti ada di masyarakat dan harus kita kembangkan.

“Untuk mewujudkan ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian, jemaat bisa memahami program pemerintah untuk mendorong ekonomi pembangunan, konsep pariwisata  yang dikembangkan pemerintah, masyarakat harus memahami dan memanfaatkan peluang ini,” paparnya.

Gubernur mengingatkan, berdaulat dalam politik gereja, jangan bepolitik tetapi harus mengambil sikap politik dan berkepribadian dalam budaya sejarah gereja masuk di Indonesia dan di Sulut tidak lepas dari budaya.

‘Untuk itu bagaimana kita menepatkan budaya kita sebagaimana yang di firmankan Tuhan Yesus Kristus,” ujar gubernur didampingi Sekprov Edwin Silangen.

Pada katekisasi, seluruh calon pelayan khusus akan diperlengkapi dengan materi dan informasi penting lainnya agar pemahaman tentang dasar, makna, tujuan, tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan khusus dapat dihayati dengan benar.

Disamping itu, katekisasi bertujuan agar para pelayan khusus memiliki kekuatan, ketaatan dan komitmen pelayanan yang tahan uji, menjadi perlengkapan demi kematangan pribadi dan pertumbuhan gereja.

Pelaksanaan Katekisasi tahap II gelombang V ini diikuti 950 calon Penatua dan Syamas yang berasal dari Wilayah Kalawat, Wori Dua,  Tomohon Kakaskasen, dan wilayah Bitung Dua.

Editor : Herly Umbas