Amurang, Fajarmanado.com – Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) memiliki cukup banyak kekayaan alam yang sangat layak dikembangkan menjadi destinasi wisata. Karena belum disentuh dan ditata secara profesional, belum bisa dijual kepada wisatawan.
“Banyak objek wisata budaya maupun alam yang ada di daerah kita ini. Sayangnya, karena tidak ditata dan dikelola secara profesiaonal, maka belum bisa dijual,” kata Decky George Umpel BSc.
Umpel yang dikenal sebagai salahsatu tokoh tokok pelestari sumber daya alam Provinsi Sulut ini kemudian menunjuk sejumlah potensi objek wisata alam di daerah tersebut. Mulai dari wisata holtikutura di Modoinding, Bukit Doa Pinaling dan objek wisata rohani di Kawangkoan Bawah, Air Terjun Toyopon sampai Benteng Portugis Kelurahan Uwuran Dua di kompleks pusat kota, Amurang.
“Sayangnya, sampai sekarang ini semua objek wisata tersebut belum dikelola dengan baik dan secara profesional. Bahkan, banyak yang belum disentuh dan ditata dengan dana pemerintah daerah,” papar Umpel, yang juga dikenal sebagai tokoh koperasi Minsel ini.
Pengamatan Umpel, Pemkab Minsel belum serius melakukan penataan dan pengembangan objek wisata di wilayahnya, karena selama bertahun-tahun belum mengalokasikan anggaran yang cukup untuk itu.
“Kalau pun ada yang ditata dan dikelola, itu dilakukan secara swadaya oleh pemilik lokasi wisata, seperti Bukit Doa Pinaling,” ujar Umpel.
Sementara dana yang dialokasikan Pemkab selama ini terkesan hanya sebagai lips cervice, yang hanya mengesankan ada program penataan objek wisata. “Buktinya, program penataan yang dilakukan selama ini tidak tuntas mewujudkan parasaran pendukung objek wisata yang ditata itu senditri,” katanya.
Umpel mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintahan Minsel selama ini yang terkesan belum serius mengembangkan potensi wisata di daerah tersebut.
‘’Jujur saja, saya kecewa dengan pemerintah saat ini yang belum sungguh-sungguh memperhatikan potensi wisata. Padahal, apabila dikelola dengan baik akan menarik minat wisatawan yang pasti berimbas pada incame dan pendapatan masyarakat,” paparnya.
Dalam berbagai kesempatan, lanjutnya, Bupati Christiany Eugenia Paruntu mengharapkan masyarakat untuk senantiasi siap dan sigap melayani wisatawan dari Tiongkok, China dan Eropa yang kini terus berdatangan di Sulut sampai tahun depan.
“Bagaimana mungkin mereka akan melanjutkan kunjungan di daerah ini apabila keberadaan destinasi wisata di sini tidak ditata dengan baik. Itu namanya hanya memalukan kita sebagai tuan rumah,” ketusnya.
Jangankan kesiapan objek wisata, lanjut dia, prasarana pendukung lainnya pun, seperti toilet tidak tersedia di objek-objek wisata yang ada. “Memang belum terlambat, kita masih punya waktu walau hanya sedikit untuk menyediakannya,” tambah Umpel, yang mantan Direktus AMI/SMI Bitung ini.

