Airmadidi, FajarManado.com — Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado (YPK KM) mengandeng Koperasi Simpan Pinjam Kopdit Pintu Air untuk memfasilitasi kebutuhan finansial guru dan keluarga.
Faktanya, puluhan kepala sekolah (Kepsek) dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di bawah naungan YPK KM berkumpul di SD Katolik II Minahasa Utara pada Jumat pagi, 25 Juli 2025. Selain mengikuti rapat koordinasi, juga sosialisasi program dari KSP Kopdit Pintu Air.
Kegiatan ini digelar atas inisiatif Kepala Perwakilan YPK KM untuk Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung, Anastasius Tiolong, SPd.
Menurutnya, program-program yang ditawarkan KSP Kopdit Pintu Air sangat relevan dan bermanfaat bagi guru dan tenaga kependidikan serta petani, nelayan, peternak dan buruh harian.
“Kami melihat nilai-nilai koperasi yang sesungguhnya hidup di Pintu Air. Yaitu,dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota,” ujar Anastasius dalam sambutannya.
Sosialisasi tersebut dipandu langsung oleh Ketua Komite KCP Manado, Ramon Wowor, didampingi oleh Manajer Fransiskus Alexander.
Keduanya secara bergantian memaparkan berbagai produk unggulan Kopdit Pintu Air, mulai dari simpanan berjangka, pinjaman dengan bunga rendah, hingga program khusus untuk anggota bersertifikasi TPG (Tunjangan Profesi Guru).
Yang mengejutkan, hampir semua kepala sekolah yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi.
Diskusi berlangsung aktif dan interaktif, menandakan bahwa informasi yang disampaikan benar-benar menyentuh kebutuhan peserta.
Mayoritas pertanyaan mengerucut pada skema penyaluran kredit bagi anggota yang memiliki penghasilan tetap—sebuah topik yang relevan, mengingat banyak dari kepala sekolah memiliki keluarga yang bekerja di sektor informal seperti nelayan, petani, peternak, maupun buruh harian.
Hasil nyata dari sosialisasi ini pun langsung terlihat. Lima kepala sekolah mencatatkan diri sebagai anggota baru KSP Kopdit Pintu Air KCP Manado di akhir sesi.
Beberapa lainnya menyatakan minat kuat namun meminta agar tim Kopdit melakukan kunjungan lanjutan ke sekolah masing-masing untuk sosialisasi kepada para guru.
Anastasius Tiolong menutup kegiatan dengan penuh optimisme, menyatakan bahwa kerja sama antara dunia pendidikan dan koperasi seperti ini harus terus didorong demi memfasilitasi kebutujan dan meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan keluarga.
“Koperasi Pintu Air telah membuktikan diri sebagai mitra strategis, bukan hanya dalam hal finansial, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan kemandirian ekonomi,” pungkasnya.
[rw/ely]

